konon, ada old saying di negeri musuh abu bakar baasyir sana yang bunyinya:
"curiousity killed the cat, but satisfaction brought it back"
kalau benar kata2 itu, maka aku sudah membunuh seekor kucing hari jumat kemarin.
ceritanya begini:
jumat lalu aku terpaksa harus mengakui bahwa sholat jumatku itu sangat tidak khusyu (emangnya pernah khusyu??). aku sholat tidak konsen karena tergugah untuk mengamati ritual sholat yang sangat aneh dan berbeda yang dilakukan oleh seseorang persis di sebelahku, walaupun melalui sudut mataku.
orang tersebut telah menarik perhatian ketika dia berposisi seperti tertidur selama khutbah berlangsung. ketika datang kenclengan jumatan yang dibawa seorang pengurus mesjid yang berkeliling, orang itu pun tidak memperlihatkan reaksi apa pun.
ketika khutbah selesai dan akan mulai sholat, disinilah keingintahuanku yang paling besar muncul. orang itu membuat tanda salib di dirinya sebelum takbir (kalau boleh dibilang dia melakukan takbir, karena sebenarnya dia langsung memangku tangan di dada setelah membuat tanda salib tadi).
keanehan ini berlanjut terus. misalnya dia tidak melakukan tahiyatul akhir seperti umumnya sholat dengan jari telunjuk menunjuk ke kiblat. dan dia tidak melakukan salam akhir. plus setelah selesai sholat, kembali dia membuat tanda salib di dirinya dengan menunjuk dahi, dada tengah, lengan kiri, dan lengan kanan. dia juga tidak melakukan doa ataupun shalawat setelah sholat (jika bisa dibilang sholat).
apa ini maksudnya? itu pertanyaan yang pertama kali muncul pada diriku melihatnya. apakah dia adalah orang kristen yang sedang belajar sholat? atau dia adalah salah satu pengikut sekte khusus kristen yang juga mengajarkan sholat dengan adab khusus? ataukah dia orang yang seperti pi di buku "life of pi", yang percaya dan menjalankan ritual ibadah agama hindu, kristen dan islam secara bersamaan dalam hidupnya? atau apa? agnostic sepertinya bukan, apa dia termasuk polygnostic jika ada istilah polygnostic?
agama tanpa praksis jelas tidak lengkap. kesatuan ide, perkataan, dan perbuatan. itu idealnya. bukankah ada istilah 'walk the talk', kalau di agama kristen? atau 'masuklah dalam islam secara kaffah (utuh)', kalau dalam agama islam. ibadah itu penting. agama bukan semata masalah akidah.
agama tanpa ibadah akan mirip seperti anda percaya pada kemampuan dokter tapi tidak pernah mau pergi ke dokter walaupun sakit.
ok, sekarang anda sudah punya akidah. ibadah mana yang harus dijalankan? jelas, ibadah yang diajarkan oleh ajarannya. bukan ibadah yang dicampur aduk dari tiap ajaran. islam telah jelas tidak mengajarkan tanda salib dalam ibadahnya. tidak seperti pi dalam "life of pi" yang karena bisa menerima konsep islam, hindu dan kristen sehingga kemudian malah salah kaprah terjebak menjalankan kesemua ritual ibadah di semua agama tersebut.
"Surely the hypocrites strive to deceive Allah, and He shall requite their deceit to them, and when they stand up to prayer they stand up sluggishly; they do it only to be seen of men and do not remember Allah, only a little." (Holy Qur'an An Nisaa 142)
pertanyaannya sekarang, apakah orang yang kutemui itu termasuk hipokrit?
hahaha....bukan. pertanyaannya justru, apakah aku tidak termasuk orang hipokrit?
"curiousity killed the cat, but satisfaction brought it back"
kalau benar kata2 itu, maka aku sudah membunuh seekor kucing hari jumat kemarin. kenyataannya memang, akhirnya sholatku sendiri jadi tidak focus dan khusyu. mungkin Allah kemudian ingin menegurku dengan rasa tidak tenang di hatiku sendiri, "daripada kamu ngurusin orang lain, perhatikan dulu dirimu sendiri. cara kamu sholat sendiri apa sudah benar."
dan ini saja (introspeksi diri) susahnya bukan main untuk dipelajari.
jangan2, aku tak lebih seperti sebuah frasa di agama budha, "seperti orang bijak yang menunjuk rembulan." yang dilihat orang awam hanyalah telunjuknya. naah...jangan2, akulah orang awam itu.