me, myself and moi

ini hanya eksperimen... eksperimen dengan laboratorium bernama hidup, dengan reaktor kesendirianku saat ini.. dan reaktan2 bercampur impurities dari masa lalu, sambil terus mencoba mencari katalis untuk membantu reaksi ke masa depan...

Wednesday, January 18, 2006

Vernon God Little

Every forty-three blinks, the flashing lights on the police cars that follow my van into Houston synchronize. They flash separately for a few turns, then start flashing in series, like leading-in lights. Then, for a second, they all flash at once.

What I learn as I'm driven into Houston under low, still clouds, and choppers, for the first day of my trial, is that life works the same way. Most of the time you feel the potential for synchrony, but only once in a while do things actually synch up. Things can synch good, or synch bad. Take me, for example. I stand accused of just about every murder in Texas between the time I left home and when they hauled my ass back. With my face all over the media, folks started seeing me everywhere, I guess. Recall, they call it.

(Vernon God Little by DBC Pierre)

Sunday, April 24, 2005

unfinished writing (should i care?)

manusia itu gampang menjadi terbiasa dengan dosa. bukan begitu?
dan yang menarik, biasanya masing-masing orang juga punya dosa kegemaran masing-masing. dosa kesukaan, kalau kata agnes monica. pikiran dan kelakuan cabul, berzinah, judi, berbohong, narkoba, minuman keras, membunuh, membicarakan keburukan orang lain (of course, by this writing, definitely i've already failed on that one alright!) dan lain-lain. sekali dua kali kita melakukannya maka kita cenderung dapat dengan mudah menjadi terbiasa dengannya. terlebih karena umumnya kita tidak butuh teknik dan metode canggih untuk melakukan dosa. kebanyakan dosa memang adalah jenis soft skill yang dapat dipraktikkan dengan mudah.

well, sejujurnya, manusia itu dapat menjadi terbiasa dengan hampir apa saja. itu satu kelebihan mendasar manusia dengan otaknya yang hampir seukuran onggokan makanan anjing. sebenarnya, kalau mau lebih fair lagi, ini juga berlaku untuk hampir semua makhluk hidup. bukankah itulah potensi terbesar makhluk hidup di muka bumi. adaptasi untuk bertahan hidup.

pasti ada yang mempertanyakan mengapa dosa seolah dianggap bagian dari proses manusia untuk bertahan hidup dari tulisan di atas. jawabannya, sebenarnya dosa memang bukan bagian proses survivalisme manusia. yah, setidaknya tidak demikian semestinya. tapi kita pun tak seharusnya menutup mata atau menulikan diri dgn kondisi aktual sekitar. konsep dosa dalam agama sendiri memang dalam realita mungkin tampak seperti sebuah teori abstrak.

(ditulis di tempat lewat O2 xda, dari pengalaman dalam sepenggal sore di sebuah hotel kecil di Mangga Dua Jakarta)

Saturday, April 16, 2005

when enough is (not) enough?

"kamu di sana dapat berapa?"
"yah cukuplah..."
"5 lebih kan?"
"iya."
"berapa?"
"sekitar x lah..."
"wah, besar banget. dah kaya donk kamu sekarang. mestinya kamu gampang aja kalo mau cari cewek cakep di sini. cukup buat tulisan digantung di dada, 'gaji x juta'."
"hahaha....jadi gak cukup hanya stempel cap gajah ya?"
"kami minta 3% dari harga aja deh komisi nemenin beli kamera...hehe."
--*--

"si I bilang di tempat barunya sana orang macam kita dapat sekitar dua puluh tiga juta. gila! kita di sini aja jauh banget. di sana besar banget yah."
"wah, apalagi saya mas. jauuuuh banget. iya, si I bilang kemarin sekitar 1 1/2 kali gaji lama. dulu dia sekitar 15, ya terang aja sekitar 23."
"sebenarnya mungkin bukan di sana besar banget. di sini aja yang kekecilan...hahaha."
"tapi di sana dia kan jadi superintendent."
"makanya cabut juga aja."
"kamu Y, digaji pake euro ya di posisi yang barumu di T nanti?"
"gak kok. rupiah."
"ohya, email pak S aaah...hehehe. katanya ada lowongan di gas coordinator di sana. siapa tahu kan kita bisa satu kantor lagi nanti...hehe"
--*--

"kapan mulai cuti untuk acara nanti?"
"besok nih. 3 minggu. bukan cuti sebenarnya. aku kan masih honorer."
"lho, kalo honorer gak ada cuti ya?"
"gak, dihitungnya kan bukan gaji sistemnya."
"nanti tinggalnya di mana habis acara?"
"mungkin di rumahnya I. bapaknya mau kami tinggal di sana aja."
"gak ngontrak aja?"
"aku maunya kalo rumah sih mending langsung beli, yah walau kecil, daripada ngontrak. yah sementara di sana aja dulu mungkin, sekaligus nabung."
--*--

Tuesday, March 22, 2005

most romantic words

siete la cosa che più vicina abbia visto al paradise
-italian

você é a coisa a mais próxima mim viram ao paradise
-portuguese

είστε το κοντινότερο πράγμα που έχω δει στον παράδεισο
-greek

vous êtes la chose la plus proche que j'ai vue au paradis
-french

Saturday, March 19, 2005

ironis

ironis adalah ketika ernesto 'che' guevarra mati karena militerisme saat memimpin pemberontakan cuba, sementara ketika masih muda dan belum menjadi dokter, dia malah menghindar dari wajib militer dengan alasan penyakit asma.

ironis adalah ketika charlie chaplin tidak menang kontes lomba mirip charlie chaplin yang diadakan sebuah stasiun radio di amerika. lebih ironisnya lagi karena dia bahkan tidak bisa mencapai final.

ironis adalah saat penghargaan perdamaian dunia diberikan atas nama penemu dinamit, alfred nobel.

ironis adalah sewaktu anda terpaksa harus minta air untuk mandi ke mesjid karena aliran air di rumah anda mati, sementara pemilik rumah di seberang mesjid sedang asyik menyiram bunga di rumahnya melalui selang air. (pengalaman pribadi)

ironis adalah jika anda beli celana jeans merek crocodile di mekah sewaktu sedang naik haji, dan baru menyadari setelah tiba di tanah air bahwa celana tersebut adalah made in indonesia. (pengalaman pribadi)

ironis adalah peribahasa "practice makes perfect", karena bukankah ada peribahasa lain "nobody's perfect".

ironis adalah 'traffic jam when you're already late', kata alanis morisette.

ironis adalah kala pasokan aliran air bersih dari PDAM di rumah anda mati, sementara jalanan di gang rumah anda dipenuhi air kotor dari banjir. (pengalaman pribadi)

ironis adalah provinsi kalimantan timur, dimana energy and mineral resources yang terkandung di dalam buminya berlimpah, sementara distribusi aliran listrik bagi warga kerap terputus dan padam karena kekurangan daya.

ironis adalah jika para pegawai negeri di kabupaten terkaya di indonesia mendapat upah di bawah upah minimum regional dan tidak mendapat jatah baju seragam selama 5 tahun terakhir.

ironis adalah kalau perkembangan kemajuan/modernisasi sarana dan infrastruktur daerah provinsi jauh tertinggal dari pusat (jakarta), sedangkan kemajuan budaya penyebaran narkoba dan kriminalitas terus berpacu mencoba sejajar dengan pusat.

ironis adalah semasa kata tak bisa memberi makna dan quiet becomes the new loud.


(inspired by comedy show by jeff foxworthy "you might be a redneck")

Tuesday, March 15, 2005

seperti orang ingin cukur rambut ke dokter

konon, ada old saying di negeri musuh abu bakar baasyir sana yang bunyinya:
"curiousity killed the cat, but satisfaction brought it back"

kalau benar kata2 itu, maka aku sudah membunuh seekor kucing hari jumat kemarin.
ceritanya begini:
jumat lalu aku terpaksa harus mengakui bahwa sholat jumatku itu sangat tidak khusyu (emangnya pernah khusyu??). aku sholat tidak konsen karena tergugah untuk mengamati ritual sholat yang sangat aneh dan berbeda yang dilakukan oleh seseorang persis di sebelahku, walaupun melalui sudut mataku.
orang tersebut telah menarik perhatian ketika dia berposisi seperti tertidur selama khutbah berlangsung. ketika datang kenclengan jumatan yang dibawa seorang pengurus mesjid yang berkeliling, orang itu pun tidak memperlihatkan reaksi apa pun.
ketika khutbah selesai dan akan mulai sholat, disinilah keingintahuanku yang paling besar muncul. orang itu membuat tanda salib di dirinya sebelum takbir (kalau boleh dibilang dia melakukan takbir, karena sebenarnya dia langsung memangku tangan di dada setelah membuat tanda salib tadi).
keanehan ini berlanjut terus. misalnya dia tidak melakukan tahiyatul akhir seperti umumnya sholat dengan jari telunjuk menunjuk ke kiblat. dan dia tidak melakukan salam akhir. plus setelah selesai sholat, kembali dia membuat tanda salib di dirinya dengan menunjuk dahi, dada tengah, lengan kiri, dan lengan kanan. dia juga tidak melakukan doa ataupun shalawat setelah sholat (jika bisa dibilang sholat).

apa ini maksudnya? itu pertanyaan yang pertama kali muncul pada diriku melihatnya. apakah dia adalah orang kristen yang sedang belajar sholat? atau dia adalah salah satu pengikut sekte khusus kristen yang juga mengajarkan sholat dengan adab khusus? ataukah dia orang yang seperti pi di buku "life of pi", yang percaya dan menjalankan ritual ibadah agama hindu, kristen dan islam secara bersamaan dalam hidupnya? atau apa? agnostic sepertinya bukan, apa dia termasuk polygnostic jika ada istilah polygnostic?

agama tanpa praksis jelas tidak lengkap. kesatuan ide, perkataan, dan perbuatan. itu idealnya. bukankah ada istilah 'walk the talk', kalau di agama kristen? atau 'masuklah dalam islam secara kaffah (utuh)', kalau dalam agama islam. ibadah itu penting. agama bukan semata masalah akidah.

agama tanpa ibadah akan mirip seperti anda percaya pada kemampuan dokter tapi tidak pernah mau pergi ke dokter walaupun sakit.

ok, sekarang anda sudah punya akidah. ibadah mana yang harus dijalankan? jelas, ibadah yang diajarkan oleh ajarannya. bukan ibadah yang dicampur aduk dari tiap ajaran. islam telah jelas tidak mengajarkan tanda salib dalam ibadahnya. tidak seperti pi dalam "life of pi" yang karena bisa menerima konsep islam, hindu dan kristen sehingga kemudian malah salah kaprah terjebak menjalankan kesemua ritual ibadah di semua agama tersebut.

"Surely the hypocrites strive to deceive Allah, and He shall requite their deceit to them, and when they stand up to prayer they stand up sluggishly; they do it only to be seen of men and do not remember Allah, only a little." (Holy Qur'an An Nisaa 142)

pertanyaannya sekarang, apakah orang yang kutemui itu termasuk hipokrit?
hahaha....bukan. pertanyaannya justru, apakah aku tidak termasuk orang hipokrit?

"curiousity killed the cat, but satisfaction brought it back"
kalau benar kata2 itu, maka aku sudah membunuh seekor kucing hari jumat kemarin. kenyataannya memang, akhirnya sholatku sendiri jadi tidak focus dan khusyu. mungkin Allah kemudian ingin menegurku dengan rasa tidak tenang di hatiku sendiri, "daripada kamu ngurusin orang lain, perhatikan dulu dirimu sendiri. cara kamu sholat sendiri apa sudah benar."

dan ini saja (introspeksi diri) susahnya bukan main untuk dipelajari.

jangan2, aku tak lebih seperti sebuah frasa di agama budha, "seperti orang bijak yang menunjuk rembulan." yang dilihat orang awam hanyalah telunjuknya. naah...jangan2, akulah orang awam itu.

Wednesday, February 23, 2005

sexy women and lucky bastards

jika ada musim rambutan, musim durian, musim layangan, musim banjir, apakah ada yang namanya musim wanita hamil? musim sebagai akibat kondisi di mana para pasangan insan sangat bersemangat dalam hal rekreasi produksi? enjoy the ride...

dalam sebulan dua bulan terakhir ini, sepertinya hampir semua kenalanku yang wanita, maupun pasangan wanita dari kenalanku yang pria sudah teridentifikasi positif.
kakak kandungku. seorang kawan di kampus. seorang istri dari kawan diskusi di sebuah milis. seorang kawan di kantor jakarta. kakak sepupuku. istri dari adik seorang yang pernah dekat dihatiku (walau kemudian keguguran), and who knows jika si pencerita tentang istri adiknya itu juga sudah 'membelendung' perutnya....(aku tidak berani menanyakannya langsung ketika 2 hari lalu ditelpon olehnya, karena aku tidak yakin siap untuk menghadapi kenyataan itu jika seandainya benar). belum lagi orang-orang asing yang tak kukenal dan jelas tak mengenal diriku, seperti seorang wanita cantik yang kutemui di bandara beberapa waktu lalu.

kenyataannya, menurut statistik ada sekitar 200 juta kehamilan setiap tahunnya di seluruh dunia. jika ingin dirata-ratakan, ini akan setara dengan sekitar 547945 kehamilan per hari, atau sama dengan 22831 kehamilan per jam, 380 kehamilan per menit, dan 6 kehamilan per detik. man...itu sih namanya bumi ini sudah menjadi pabrik dengan mesin produksi anak yang mempunyai effektifitas 600% jika basis design produksi adalah 1 per detik.

alhamdulillah...itu mestinya reaksi normal orang yang beradab ketika mengetahui tentang kehamilan kerabat.

para lelaki yang telah memberi andil besar terhadap kondisi kehamilan sang ibu itu....you are all lucky bastards guys...hahaha. itulah tanggapan dari orang yang masih immature dan kurang bermoral sepertiku. iri hati tanda tak mampu, kata orang-orang tua...hehehe. gimana mau dibuktikan mampu atau tidaknya, jika ternyata pembawa tempat pembuahan benih itu saja belum jelas juntrungannya dan kapan akan ditemukan. belum ada yang mau terjebak untuk hidup denganku.

dari dulu aku selalu heran. jika melihat seorang wanita hamil, aku merasa mereka sangat sexy (terlebih jika dari awalnya emang udah bening). seolah ada aura khusus ibu hamil yang berisi muatan sex appeal yang berlebih. mungkin Tuhan memberi kelebihan ini karena menyadari konsekuensi berlebih yang juga harus ditanggung seorang ibu hamil.

ini data dan ceritanya:

Maternal risk is defined as the probability of dying or experiencing serious injury as the result of pregnancy or childbirth. All pregnant women, by virtue of their pregnant status, face some level of maternal risk. Data suggest that around 40% of all pregnant women have some complication. About 15% of pregnant women need obstetric care to manage complications which are potentially life-threatening to mother or infant. Such complications are often sudden in onset and unpredictable.
Although some sub-populations of pregnant women may experience a higher level of maternal risk than others, it is almost impossible to predict, on an individual basis, who will develop a life-threatening complication. It is therefore critical that all pregnant, labouring and recently delivered women have access to high quality essential obstetric services if and when the need arises.

selamat kepada semua wanita sexy yang akan segera memomong seorang manusia muda, dan semoga semua persalinannya dapat berjalan normal dan aman, sehingga dunia kembali ceria mendengar tangis pertama sang tercinta. amiiin...